RAPUH
01 Jun 2022 17:51 • 623 dibaca
Alisha Zahrani
Santri Kelas 5
Sinarnya perlahan meredup
Semangatnya perlahan memudar
Senyumnya hilang dihancurkan kenyataan
Daun itu gugur Kembali
Cahaya yang dulu terlihat sangat indah
Kini tertekan oleh gelapnya malam
Semua hilang
Seakan tak pernah ada kehidupan
Kebahagiaan itu
Canda tawa itu
Hanya menyisakan ruang kosong gelap disini
Banyak yang terkelabui oleh tenangnya senyuman itu
Seolah tidak terjadi apa-apa
Seolah semuanyanya baik-baik saja
Semua berkelabat dikepala
Membuat banyak tanda tanya
Haruskah ini dilewati?
Tidak bisakah berhenti sampai disini?
Berkali-kali mereka menaruh harap
Pada diri ini untuk menggapainya
Berkali-kali juga diri ini bangkit
Karena tidak ingin mengecewakan semuanya
Lalu sampai kapan?
Bolehkah diri ini egois untuk sekali saja?
Tidak ada malam yang Panjang
Begitu pun fajar
Namun, mengapa pergantiannya terasa amat sangat
Lama? Lantas sampai kapan diri ini akan selalu mengeluh ?
Menanti kembalinya cahaya yang pergi
Menunggu kebahagiaan hadir kembali
Tidak bisakah malam cepat berganti?
Wahai diri…
Semua sudah diatur rapih olehnya
Berputar sesuai dengan porosnya
Berjalan sesuai arahnya
Tinggal bagaimana diri ini
Memilih untuk mengeluh dan berhenti
Atau tetap berjalan meski diatas paku tajam ini

Komentar